Halo Sobat EZ! Semoga artikel kami bermanfaat bagi Sobat sekalian dan jangan sungkan-sungkan untuk berkomentar ya... Dukung blog ini supaya tetap exis dengan cara berkomentar dan beri donasi melalui KLIK IKLAN
-EZ-
YURISTGAMEINIGAMEID101

Contoh Makalah tentang Toleransi Beragama

Dilihat 0 kali
Bagi pembaca sekalian yang hendak mencari contoh, atau refrensi mengenai topik Toleransi Beragama, berikut adalah contoh makalah tentang toleransi beragama, silahkan gunakan dengan bijak


KATA PENGANTAR
Puji syukur atas nikmat iman, nikmat kesehatan, dan nikmat kesempatan dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga saya selaku penyusun makalah yang berjudul Toleransi Beragama Dalam Masyarakat ini dapat terselesaikan dengan baik, meskipun didalam makalah ini terdapat sangat banyak kekurangan. Disamping kekurangan yang terdapat dalam makalah ini, kami berharap didalam makalah ini terdapat sedikit manfaat yang dapat dipetik pembaca, dengan begitu menjadi amal jariyah bagi kami.
Toleransi Beragama Dalam Masyarakan, merupakan hal yang penting demi kerukunan umat beragama, tanpa Toleransi kerukunan mungkin menjadi hal mustahil untuk di capai. Dengan begitu Toleransi harus ditanamkan kepada setiap individu agar mereka sadar pentingnya toleransi didalam masyarakat. Dalam makalah ini akan kami bahas mengenai sedikit tentang hal tersebut, didalam makalah ini kami mencantumkan beberapa data hasil wawancara mengenai topik yang akan kita bahas.
Kami berharap agar makalah ini kedepan nya berguna bagi pembaca sekalian, dan yang tidak kalah penting bisa memenuhi tugas yang diberikan kepada Bapak Dosen PAI, yang telah memberikan amanah untuk mengerjakan tugas ini kepada kami. Disamping itu kami juga sangat terbuka dalam menerima kritik dan saran yang membangun tentunya, jadi apabila pembaca sekalian menemukan banyak kekurangan, penulis sangat berharap masukan demi hasil karya ilmiah yang lebih baik kedepan nya. Sekian dari kata Pengantar yang sedikit rancu ini, kami harap pembaca sekalian berkenan untuk membacanya dan dapat memahami isi dari Kata Pengantar ini serta isi dari makala ini. Wasallam.





Daftar Isi
BAB I 1
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Permasalahan 2
Rumusan Masalah 2
BAB II 3
TINJAUAN PUSTAKA 3
Teori Toleransi Beragama 3
1. Inti Toleransi Beragama 3
2. Toleransi Beragama dalam Islam 3
3. Toleransi Umas Islam (dari waktu ke waktu) 3
4. Toleransi Umat Islam Indonesia 4
BAB III 5
HASIL PENELITAN DAN ANALISIS 5
Hasil Penelitian 5
Data penelitian 5
BAB III 11
PENUTUP 11
Kesimpulan 11
Saran 11
Lampiran 12
Daftar Pustaka 13





BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Toleransi menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki banyak definisi tetapi memiliki makna yang sama salah satunya yaitu, sifat atau sikap toleran: dua kelompok yang berbeda kebudayaan itu saling berhubungan dengan penuh; batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan; penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja. Dari beberapa definisi di atas Toleransi(n) adalah suatu sifat atau perbuatan yang setiap tindakan nya tidak menjelek-jelekan atau tidak menyebab kan gesekan antar suku, agama, dan ras didalam suatu kelompok yang luas (masyarakat).
Dari pembahasan definisi diatas kita tahu bahwa Toleransi merupakan sifat yang harus dimiliki oleh setiap manusia, karena manusia sudah pasti akan hidup didalam suatu perbedaan. Didalam Al-Quran pun topik mengenai perbedaan sudah dijelaskan di beberapa ayat yaitu:

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (QS. Ar-Rum ayat 22).

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat ayat 13).

Dari beberapa ayat diatas, dapat disimpulkan bahwa Allah SWT telah menciptakan kita berbangsa-bangsa yang setiap bangsa tersebut terdapat Bahasa yang berbeda, suku yang berbeda-beda, dan juga warna kulit yang berbeda, dan dari ayat diatas juga menyebutkan bahwa diantara banyak nya manusia yang paling mulia dihadapan-NYA adalah orang yang bertaqwa.




Permasalahan
Dalam kehidupan yang sudah pasti akan menghadapi dengan banyak perbedaan, masih banyak orang yang tidak bisa menerima perbedaan, bahkan sampai ada perang antar suku, bahkan peperangan antar bangsa yang hingga saat ini belum usai. Itu semua disebabkan minimnya rasa toleransi kepada sesama manusia, dengan begitu mereka mengangga kelompok mereka lah yang paling unggul sehingga mereka mengolok-olok kelompok lain yang berujung dengan gesekan antar kelompok, terkadang perbedaan juga dapat menyebabkan pertikaian antara kedua belah pihak. Disisi lain, apabila kita kembalikan kepada petunjuk hidup umat manusia yaitu Al-Quran, disana tertulis bahwa “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Ar-Rum ayat 22). Dari ayat tersebut sudah pasti terdapat suatu keindahan didalam suatu perbedaan bagi orang-orang yang berpikir (mengetahui). Di sisi lain factor yang dapat menyebabkan banyak nya orang-orang yang bertikai di dalam suatu perbedaan adalah minim atau tidak pernah sadar bahwa perbedaan adalah hal yang biasa bahkan menjadi hal yang sudah pasti terjadi, selain itu mereka memiliki rasa toleransi yang sangat minim

Rumusan Masalah
1. Toleransi beragama.
2. Toleransi beragama menurut pandangan narasumber.
3. Contoh toleransi beragama
4. Kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama
5. Saran mengenai orang yang ribut karena masalah perbedaan agama











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Teori Toleransi Beragama
1. Inti Toleransi Beragama
Kita sebagai bagian masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan istilah toleransi beragama, karena sering dikampanyekan oleh pemerintah baik ditingkat pusat maupun daerah-daerah. Inti dari toleransi beragama sebagaimana tertuang dalam GBHN adalah terciptanya suasana kehidupan beragama penuh keimanan dan ketakwaan, penuh kerukunan yang dinamis inter dan antar umat beragama. Bagaimana halnya dengan agama Islam apakah ada ajaran toleransi beragama.

2. Toleransi Beragama dalam Islam
Ajaran-ajaran Islam memberikan pengakuan terhadap eksistensi agam lain, hal ini diwujudkan dengan adannya ajaran tentang toleransi beragama dengan bukti-bukti sebagai berikut :
Islam agama universal diturunkan untuk kebahagiaan dunia dan akherat dan rahmat semesta alam (rahmatan lilalamin) (Q.S. 21: 107; 34; 28)
Islam disampaikan secara damai, dengan pendekatan antara lain (1) bijaksana (Q.S. 16: 125), (2) tidak memaksakan kehendak (Q.S. 2: 256)
Ditopang dengan budi yang agung yang dimiliki oleh Rasulullah saw (Q.S. 64: 4). Rasulullah pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu penyantun suka kepada kelembutan dan memberikan kepada orang yang berlaku santun (Lembut) dengan sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang berperangai tidak santun”.
Jadi jelas sekali bahwa toleransi beragama dalam ajaran Islam intinya adalah sikap santun dan hormat terhadap keyakinan pihak lain, bukan seperti yang sering disalahartikan kebanyakan orang yaitu mencampuradukkan prinsip-prinsip keimanan, ibadah dalam praktik kehidupan masyarakat.

3. Toleransi Umas Islam (dari waktu ke waktu)
Zaman Nabi ketika umat Islam masih lemah mendapat intimidasi, terror, dan penindasan yang keji dari pihak lawan, namun ketika Islam jaya tidak melakukan hal sama kepada musuh-musuhnya sebagai balas dendam, bahkan bersikap santun.
Zaman Khulafaurrashyidun, misalnya Khalifah Umar ketika menguasai Palestina memberikan kemerdekaan beragama, tempat-tempat ibadah yang didirikan oleh umat beragama tidak dilaran dan memerintahkan Gubernur untuk melindunginya. Kebijakan Umar (yang didasari ajaran Islam)  ini sangat berbeda ketika Palestina dikuasai oleh Romawi dimana Baitul Maqdis dibumihanguskan dan orang-orang Yahudi diusir dari Palestina dan mengembara terlunta-lunta (diaspora).
Ketika umat Islam mampu menguasai Spanyol (Eropa), sangat toleran dalam melindungi orang-orang Nasrani selama kurang lebih 500 tahun. Tetapi ketika umat Islam mulai lemah dan dapat dikuasai oleh pihak Nasrani tidak lagi perlindungan yang diberikan melainkan bermacam-macam kekejaman, masjid-mesjid ditutup, ibadah dilarang, pakaian dan nama-nama muslim diganti, lebih kejam lagi diharuskan memilih dari tiga pilihan, yaitu:
(1) Menjadi Nasrani,
(2) Mati, atau
(3) Terusir dari Spanyol (Yunus Ali Almuhdar, 1983)

4. Toleransi Umat Islam Indonesia
Toleransi umat Islam Indonesia, kiranya bisa dijelaskan antara lain ketika proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana peranan tokoh-tokoh Umat Islam sangat besar sumbangannya terhadap pemikiran mengenai dasar negara, sekalipun tujuh kata yang tercantum pada Pembukaan Undang-Undang Dasar yang merupakan hasil kesepakatan nasional melalui Piagam Jakarta 22 Juni 1945 yaitu “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at islam bagi pemeluk-pemeluknya”, dengan rela demi keutuhan dan kesatuan bangsa, diganti menjadi ketuhanan Yang Maha Esa. Alam Ratu Perwiranegara (mantan Menteri Agama) menyatakan bahwa kejadian atau peristiwa itu merupakan hadiah atau pengorbanan bagi umat Islam (Alamsyah, 1974).
Buya Hamka pada saat masih menjadi ketua MUI pernah menyampaikan bahwa mengapa toleransi beragama di Indonesia sangat baik, jawabannya (kata beliau) pasti sangat mudah untuk diterima yaitu karena di Indonesia mayoritas masyarakatnya beragama Islam sedang Islam sangat toleran dengan agama lain yang minoritas. Hal itu bedebeda dengan negara tetangga misalnya Philipina dimana toleransi beragama sulit terwujud, masyarakat Islam di sana yang minoritas tidak mendapat perlakuan yang sama seperti yang ada di Indonesia.













BAB III
HASIL PENELITAN DAN ANALISIS
Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian berdasarkan data yang kita dapat dari berbagi narasumber, yang kami laksanakan pada Minggu, 29 Oktober 2017, di Jln. Woltermonginsidi genuk sari rt3-4 rw1 dari 10 narasumber yang kami wawancarai, bisa kami jabarkan sebagai berikut:
Data penelitian
1. Narasumber: Pak Suteno
Umur   : 60 Tahun
Agama         : Islam
Pekerjaan     : Sudah pensiun

Hasil wawancara    :
Tahu tentang toleransi beragama: Ya

Toleransi beragama menurut pandangan narasumber:
Bisa menghargai ketika ada umat beragama lain yang sedang beribadah, atau sedang merayakan hari raya mereka tanpa harus menganggu dan ikut-ikutan

Contoh dari toleransi beragama:
Menghargai agama lain yang sedang beribadah atau sedang merayakan hari raya mereka

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Menghargai perbedaan agama yang ada di lingkungan sekitarnnya, terutama ketika mereka sedang beribadah atau merayakan hari raya mereka. Kita sebagai umat muslim sebaik nya jangan mengganggu atau ikut merayakan hari raya mereka, Pak Suteno berprinsip “Bagimu agama mu, bagi ku agama ku”

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan agama:
Beliau tidak bisa menjawab karena disekitar tempat tinggal nya tidak pernah terjadi masalah mengenai perbedaan agama.

2. Narasumber: Mukhamad Allam
Umur   : 24 Tahun
Agama   : Islam
Pekerjaan     : Free lancer (tidak tetap)

Hasil wawancara: 
Tahu tentang toleransi beragama: Ya
Toleransi beragama menurut pandangan narasumber:
Rukun dengan orang yang memiliki agama lain.

Contoh dari Toleransi beragama:
Tidak menjelek-jelekan agama lain, dan tidak mengganggu ketika orang yang beragama lain beribadah

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Tidak menjelek-jelekan agama lain, dan menghargai ketika agama lain sedang beribadah, begitupula dengan mereka narasumber menambahkan harapan agar orang beragama lain untuk melakukan hal yang serupa agar tidak ribut.

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan agama:
[No Comment]

3. Narasumber: Pak Hanto
Umur   : 42 Tahun
Agama   : Islam
Pekerjaan   : -

Hasil wawancara:
Tahu tentang toleransi beragama: Ya

Toleransi beragama menurut pandangan narasumber:
Bisa hidup berdampingan didalam perbedaan

Contoh dari Toleransi beragama:
Menghargai agama lain

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Menghargai perbedaan agama dengan cara tidak menjelek-jelekan agama lain.

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan agama:
Sebaik nya mereka disuruh memperbanyak membaca sejarah berdiri nya negara ini, karena negara ini berdiri bukan dari 1 agama saja, melainkan lebih dari itu, dengan begitu mereka bisa sadar indah nya perbedaan




4. Narasumber: Pak Fasil
Umur   : 36 Tahun
Agama   : Islam
Pekerjaan   : Wirausaha

Hasil wawancara:
Tahu tentang toleransi beragama: Ya

Toleransi beragama menurut pandangan narasumber:
Akur dengan orang yang beragama lain

Contoh dari toleransi beragama:
Tidak menjelek-jelekan agama lain.

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Menghargai ketika orang dengan agama yang berbeda sedang beribadah, tanpa harus mengganggu mereka.

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan agama:
Sebaik nya kita ikut melerai mereka agar tidak berkelanjutan.

5. Narasumber: Ibu Ruth
Umur : 46 Tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Hasil wawancara:
Tahu tentang toleransi beragama: Ya

Toleransi beragama menurut pandangan narasumber:
Berlaku baik dengan mereka yang berbeda keyakinan

Contoh dari toleransi beragama:
Berlaku baik dengan orang yang agama nya berbeda dengan kita

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Apabila mereka beribadah kita tidak boleh menganggu, dan tidak menjelek-jelekan orang yang berbeda keyakinan.

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan agama: 
[Narasumber tidak bisa memberikan jawaban]


6. Narasumber: Triyan Syahrul
Umur   : 20 Tahun
Agama   : Islam
Pekerjaan   : Mahasiswa

Hasil wawancara:
Tahu tentang toleransi: Ya

Toleransi menurut pandangan narasumber:
Hidup rukun damai berseri-seri

Contoh dari Toleransi Beragama:
Tidak mempermasalahkan perbedaan keyakinan

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Rukun dan tidak mengganggu ketika mereka yang berbeda keyakinan sedang beribadah

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan agama:
Narasumber mengharapkan mereka sadar kalau kita ditakdirkan hidup didalam pernbedaan, jadi toleransi sangatlah penting.

7. Narasumber: Wisnu
Umur   : 18 Tahun
Agama   : Islam
Pekerjaan   : Mahasiswa

Hasil wawancara:
Tahu tentang toleransi: Ya

Toleransi menurut pandangan narasumber:
Berbuat baik kepada semua orang terutama didalam suatu perbedaan beragama

Contoh Toleransi Beragama:
Tidak menjelek-jelekan orang yang memiliki keyakinan berbeda.

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Tidak mengganggu ketika ada orang yang berbeda keyakinan sedang beribadah, dan juga tidak mengganggu ketika mereka merayakan hari besar mereka.

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan beragama:
Sebaiknya mereka lebih banyak memperbaiki keimanan mereka dibanding mempermasalahkan perbedaan keyakinan, karena perbedaan itu adalah anugrah didalam kehidupan ini.

8. Narasumber: Achmad Rijal
Umur   : 29 Tahun
Agama   : Islam
Pekerjaan   : Wirausaha

Hasil wawancara:
Tahu tentang toleransi beragama: Ya

Toleransi beragama menurut pandangan narasumber:
Tidak mempermasalahkan perbedaan dalam keyakinan, karena kita memiliki keyakinan masing-masing, begitupula dengan perbedaan dalam beragama itu tergantung dari diri kita masing-masing.

Contoh toleransi beragama:
Tidak mengganggu orang dengan keyakinan yang tidak sama dengan kita, meskipun mereka memiliki keyakinan yang berbeda.

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
[masih dengan jawaban yang sama]

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan beragama:
Narasumber menganggap mereka adalah orang yang masih berpikiran pendek narasumber menyebut nya dengan “SUMBU PENDEK” jadi mereka mungkin kurang bisa membaca lingkungan sekitar mereka.

9. Narasumber: Dwi
Umur   : 44 Tahun
Agama   : Islam
Pekerjaan   : Wirausaha

Hasil wawancara:
Tahu tentang toleransi beragama: Ya

Toleransi beragama menurut pandangan narasumber:
Menghargai orang yang beragama tidak sama dengan kita.


Contoh toleransi beragama:
Tidak menjelek-jelekan orang dengan agama yang tidak sama dengan kita.

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Rukun dengan orang yang memiliki agama berbeda, tanpa menganggu mereka ketika sedang beribadah.

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan beragama:
[Narasumber tidak bisa memberikan jawaban karena dia beralasan daerah disekitar tempat tinggal nya tidak pernah terjadi hal demikian]

10. Narasumber: Azhar
Umur : 29 Tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Freelancer (tidak menetap)

Hasil wawancara:
Tahu tentang toleransi beragama: Ya

Toleransi beragama menurut pandangan narasumber:
Hidup berdampingan didalam perbedaan, tanpa merugikan pihak lain.

Contoh toleransi beragama:
Tidak menjelek-jelekan mereka yang memiliki keyakinan yang berbeda dengan kita.

Aktifitas sehari-hari yang berkaitan dengan toleransi beragama:
Rukun dengan orang yang memiliki keyakinan berbeda, tanpa membeda-bedakan atau mebawa-bawa unsur SARA didalam kehidupan bermasyarakat

Saran mengenai orang yang ribut tentang perbedaan beragama:
Sebaik nya mereka sadar kalau perbuatan mereka tidak bermanfaat.







BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari apa yang telah penulis jelaskan diatas, sehingga dapat disimpulkan bahwa toleransi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, selain itu dengan adanya sifat toleransi didalam masyarakat akan memperkecil bahkan mencegah terjadi nya pertikaian antar umat beragama. Berdasarkan data yang kami dapat dari beberapa narasumber, kami juga dapat menyimpulkan bahwa toleransi itu memang benar-benar penting, dan yang menarik, semua narasumber yang kami wawancari, 10 dari 10 mengerti apa itu toleransi dan bagaimana cara menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari, itulah sebab nya mereka yang tinggal di sekitar lokasi tersebut jarang bahkan tidak pernah menjumpai permasalahan tersebut, bahkan ada diantara 2 dari 10 narasumber tidak bisa memberikan jawaban mengenai saran terhadap orang yang ribut tentang perbedaan agama, mereka beralasan karena di daerah tempat tinggalnya tidak pernah mereka jumpai masalah seperi itu, itu bisa di jadikan tolak ukur bahwa toleransi memang sangat lah penting, disamping itu pemahakan lebih dan dibarengi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Saran
Sosialisasi mengenai toleransi beragama memang sangatlah penting guna, mencegah terjadi nya gesekan antar umat beragama. Saya harap daerah dimana saya mewawancarai orang-orang sekitar tetap menjaga perilaku baik mereka, dengan begitu daerah tersebut tetap toleransi beragama tetap dijunjung tinggi. Meskipun masih banyak kasusk mengenai masalah konflik antar umat beragama mungkin permasalahan nya mereka tidak sadar bahwa perbedaan itu adalah suatu anugrah yang diberikan kepada Tuhan, anugrah bagi mereka yang mau berpikir keindahan dibalik perbedaan.









Lampiran
Toleransi menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) 1
QS. Ar-Rum ayat 22 1
QS. Al-Hujurat ayat 13 1
Q.S. 21: 107; 34; 28 3
Q.S. 16: 125 3
Q.S. 2: 256 3
Q.S. 64: 4 3
Yunus Ali Almuhdar, 1983 4
Alamsyah, 1974 4
Data penelitian 5

















Daftar Pustaka
https://kbbi.web.id/toleransi
https://tafsirq.com/
https://trianggulasiquranhadis.wordpress.com/perbedaan-bangsa-suku-dalam-quran/
Buku Agama Islam 1 UNISSULA; 18-20





NB: Edit terlebih dahulu agar terlihat lebih rapi.
Loading

About Author

Arif Santoso

I'm a Blogger, Dota 2 Player, and College Student of UNISSULA
Nothing special from me, but my blog is special for you

Looks like a noob act like a pro~

Related Post